Lupa bersyukur.



"kita sering menjadikan sebuah ungkapan syukur hanya sebatas kata-kata. sebuah seremonial kecil yang apabila kita telah mengucapkannya, maka itu sudah selesai. bila kita mau merasakan lebih dalam, tidak sesederhana itu. 
banyak sekali tindakan baik kita yang berhenti di kata-kata. belum sempat menjadi tindakan, tidak ada waktu mewujudkan, atau mungkin justru lupa bahwa melakukannya jauh lebih penting daripada mengucapkannya. 
kita memiliki kesempatan-kesempatan yang luar biasa. kita lupa bersyukur untuk menggunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. kita memiliki teman-teman yang luar biasa, dan kita lupa mensyukurinya dengan menjaga hubungan pertemanan itu dengan sebaik-baiknya. 
kita memiliki akses pendidikan yang mudah, kita lupa mensyukurinya dengan sekolah dengan sebaik-baiknya. kita memiliki orang tua yang paling tepat untuk kita, kita lupa bersyukur untuk senantiasa mendoakannya hari ini. 
kita bisa beribadah dengan tenang di negeri ini, kita lupa mensyukurinya dengan beribadah sebaik-baiknya. kita memiliki waktu shalat dengan sebaik-baiknya, kita lupa mensyukurinya dengan mendoakan shalat kita semoga diterima. Kita juga lupa untuk mensyukurinya dengan shalat diawal waktu. 
kita memiliki ilmu yang sedemikan rupa dan kita lupa mensyukurinya dengan mengajarkannya kepada orang lain. kita simpan sendiri. kita hari ini, berdiri disini, bertemu dengan orang-baru dan kita lupa mensyukurinya dengan mulai membangun silaturahmi, bukan menunggu orang lain menyambung terlebih dahulu."
—  Kurniawan Gunadi. 



Satu hal yang saya sering belajar dari anak-anak Nabawan, bersenang-senang itu tak perlu mewah. Mereka serba kekurangan tetapi cukup bahagia. Kita yang konon banyak harta ni, adakah sudah sebahagia hati mereka? 



“The best advice I can give you, is that everything is a matter of perception, it’s all in how you look at things. We’re used to viewing them in a certain way, but that hasn’t done any good so far has it? So view things differently, any way you want.” 
— E.Queen 
If you know where and how to look, you'll always find something to make you smile, to give you boost of positive energy and to allow yourself to rejoice in life. 







I love my job. Alhamdulillah.



---
Jangan lupa bersyukur setiap hari. :)

Things to never forget (iii).



"Sepasang sepatu yang kotor adalah ole-ole dari perjalanan yang jauh. Ada jalan berdebu, ada genangan sisa hujan, ada kerikil dan daun-daun yang disapa sepanjang jalan. Saat kau pulang dari petualangan yang panjang, cukup sepasang sepatumu yang kotor. Biarkan hati tetap bersih, pun isi kepala yang luas ini." - tp.



Tak perlu takut bila berjalan sendiri kerana di perjalanan kita pasti akan bertemu dengan orang-orang yang membuat perjalanan kita tak terasa melelahkan dengan percakapan-percakapan sederhana. Ketika lelah, berehatlah sejenak, kumpulkan tenaga untuk kembali berjalan. Kita tak semestinya perlu berlari kerana kita bukan sedang dalam pertandingan larian kan? Andai ingin menyerah lihatlah ke belakang, ingat kembali perjalanan panjang yang telah kita lalui kerana tak ada mimpi yang terwujud dengan menyerah.


---
Love is like a mountain, hard to climb. But once you get to the top, the view is beautiful. :)

"Pegi jak."


Seoul, South Korea; nama jak mampu sampai. ^_^

"If you want to go somewhere you like but no one else wants to, go by yourself. You'll meet people with similar interest as you."


YEP!


---
Yang selalu mengajarkan bagaimana menjadi perempuan bahagia, thanks! :)

View from my window (ii).


"Did you know? Every day, the heart creates enough energy to drive a truck 20 miles. In a lifetime, that is equivalent to driving to the moon and back. So when you tell someone you love them "to the moon and back" you're essentially saying you will love them with all the blood your heart pumps your whole life, which I think is equally as meaningful."

But there are certain things you can only love from afar.  And no matter how far away it is, you can always feel them. 




---

"Wherever you are, be all there cause one day, you won't be there anymore."



"Mitch asked Morrie if he is ever afraid to grow old. Then Morrie said, "Mitch, I embrace aging. It's very simple. As you grow, you learn more. If you stayed at twenty-two, you'd always be as ignorant as you were at twenty-two. Aging is not just decay, you know. It's growth. It's more than the negative that you're going to die, it's also the positive that you understand you're going to die, and that you live a better life because of it." .
.
But if aging were so valuable, why do people always say, "Oh if I were young again." You never hear people say, "Oh if I were sixty-five." .
.
Then Morrie smiled and said, "You know what that reflects? Unsatisfied lives. Unfulfilled lives. Lives that haven't found meaning. Because if you've found meaning in your life, you don't want to go back. You want to go forward. You want to see more, do more. If you're always battling against getting older, you're always going to be unhappy, because it will happen anyhow."
 
- pg. 118, Tuesdays with Morrie; Mitch Albom.

Menikmati setiap detik nafas terhela adalah nikmat yang tidak dapat didustakan. Setiap detak jantung yang masih berdegup adalah anugerah yang paling bernilai buat kita. Maka hargailah hidup ini, jalanilah ia sebaik-baiknya walau di mana Allah meletakkan posisi hidup kita hari ini, saat ini.  Jika kita adalah isteri, maka jadilah isteri yang menggembirakan hati suaminya. Jika kita adalah seorang suami, jadilah suami yang memimpin isteri dan anaknya kepada Allah. Jika kita seorang anak, jadilah anak yang mendapat redha ibu bapanya. Jika kita seorang pekerja, jadilah seorang pekerja yang amanah. Jika kita seorang penyampai ilmu, jadilah seorang guru yang ikhlas dan beramal dengan ilmu yang disampaikannya. Jika kita seorang pelajar, jadilah pelajar yang disenangi gurunya. Setiap posisi kita yang diletakkan Tuhan pada saat ini hanya akan berlaku sekali dalam hidup kita kerana sesuai peredaran waktu, segalanya akan kita tinggalkan. 

Dan seperti kata Morrie, "if you've found meaning in your life, you don't want to go back. You want to go forward." You will progress forward with age by doing more things, seeing more and learning more. So don't dread growing up, just enjoy the time.~

Some good things never happen twice, so I take pictures.


Sindrom merindui momen-momen lalu mungkin normal buat semua orang, kan. Ada ketika kita rasa macam nak kembali ke waktu dulu-dulu, bukan untuk mengubah apa-apa, hanya mahu merasai semula sesetengah rasa yang pernah kita rasa dahulu. Umpama rasa tenang dan damai berjalan di hari hujan menuju ke tempat kesukaan kita, perpustakaan misalnya.






Dalam lambakan momen-momen sepanjang saya berada di bumi Bainun, yang paling saya ingat dan rindui saat ini adalah menghabiskan masa di Perpustakaan Za'ba ditemani dengan buku-buku setiap petang Jumaat. Ada apa dengan Jumaat? Jumaat adalah hari yang tak ramai orang pergi ke sana kerana rakyat bumi Bainun sangat sedikit bilangannya, dan hari itu ramai akan pulang berhujung minggu. 





Pernah satu ketika cuma saya seorang ke sana, ditemani pak cik kaunter dan pak guard yang memang selalu di sana. Sampai satu tahap pak cik kaunter tu kenal sangat dah dengan muka saya siap maklum bila ada buku baru yang didaftarkan dan dia suggestkan untuk saya baca. Ingat lagi pak cik tu sampai sekarang, memang suka ajak orang sembang. 


Yang pasti kehidupan di bumi Bainun benar-benar mengajarkan bahawa kebahagiaan itu sangat sederhana, sesederhana menyelongkar buku-buku puisi lama di perpustakaan dan menuliskan semula kalam-kalam indah, seperti kalam di bawah misalnya.



Dan hari ini, entah apa cerita mereka di sana. Semoga baik-baik saja semuanya.






Salam rindu buat warga Perpustakaan Za'ba dan IPG Kampus Tuanku Bainun seisinya, dari saya, budak yang selalu pinjam buku last minute bila kaunter dah nak tutup. Mungkin sebab tu juga pak cik ingat saya kan. hmmm. ^^,"


Love's story.



"Once upon a time, there was an island where all feelings lived: Happiness, Sadness, Vanity, Knowledge, Richness, and Love. 
Theirs was a contented existence until one day to everyone’s dismay it was discovered that the island was sinking. Everyone was told they must leave. So the feelings all prepared their boats and started leaving their beloved island. 
Love was the only one that stayed, behind. Love so cared for the island home that he wanted to stay until they were sure that the island was really sinking. When Love realized that the island was really sinking, he decided to ask for help.  
Richness was passing by Love in a beautiful boat. Love said,  
“Richness, can you take me with you?” 
 Richness answered, 
”No, I can’t. There are a lot of gold and silver in my boat. There is no room in here for you.” 
Love decided to ask Vanity who was passing by,  
“ Vanity, please help me!”  
“ I can’t help you Love. You are all wet and will damage my boat,” Vanity answered. 
Sadness was close by so Love asked for help,  
“Sadness, let me go with you.”  
“ Oh...Love, I am so sad that I can’t help anyone. I prefer to be alone!” 
Happiness passed Love too. She was too happy to notice when Love called her. 
Suddenly, there was a voice, 
 “ Come Love, I will take you."

It was an elderly man. Love became very happy that he even forgot to ask the name of the elder. When they arrived to safe grounds, Love asked Knowledge who was the elderly man.
 
“It was time.”  
“Time? But why did Time help me?” 
“Because only Time is capable of understanding how valuable Love is.” 



Someone once said that the best way to spell love is 'T-I-M-E'. The best way to spell love is 'time' and it is the greatest gift you can give someone because that's what life is made of.


---
Entry khusus untuk anonymous yang tanya soalan deep la sangat.   All the best tho! #sorrysayabukandoktorcinta :P