captures

Bali; cerita kita (i)

12:28 AM

 "Sometimes it’s good to get lost and forget about home, work, social media and being anonymous in a new place where no one knows me, so it is easier to remember who I am."

Berjalanlah bersamaku.

Bepergian ke tempat baru seringkali membawa kita mengenal orang-orang baru, wajah-wajah baru. Suatu perjalanan juga membawa kita lebih mengenal siapa insan disebelah kita iaitu teman seperjalanan yang bersama-sama kita, sisi-sisi diri mereka yang tak pernah kita kenali sebelum ini. Dan akhirnya, sebuah perjalanan akan membuat kita lebih mengenal diri sendiri. Kadangkala kehidupan seharian yang penuh dengan tanggungjawab dan hal-hal yang memerlukan kita mendahulukan orang-orang lain membuatkan kita lupa untuk memprioritikan diri sendiri. Maka bepergian dari rutin seharian itu perlu, walau bukan selalu. 



"I love places that make you realize how tiny you and your problems are."

Sepanjang di Bali tempoh hari saya tidak keseorangan. Perjalanan ditemani teman rapat zaman sekolah yang sangat mencintai jalan-jalan. Mula-mula rancang nak pergi berempat, tapi seorang sahabat tu terpaksa cancel last minute atas sebab-sebab yang tak dapat dielakkan. Jadi kami pergi bertiga jak la.


"A good friend listens to your adventures. A best friend makes them with you."
Dengan menggunakan konsep percutian/vacation bukan pengembaraan/backpackers, trip kami lebih kepada go and see places, tiadalah adventurous sangat pun. Dan sebagai pelancong marhaen selama 4 hari 3 malam (18/10-21/10) tanpa travel agent, segalanya kami uruskan sendiri bermula dengan tiket penerbangan, tempat penginapan, pengangkutan dan itenari perjalanan yang bersesuaian dengan budget mengikut kemampuan kami.

Fyi, waktu kami pergi tu Bali actually tengah hot dengan berita Gunung Agung nak meletus sebab ada tanda-tanda rekahan katanya, siap keluar dalam berita. Gunung Agung ni merupakan gunung tertinggi yang dianggap suci oleh masyarakat Bali dan merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif hingga hari ini. Atas sebab keselamatan, kami pun ikut jak la prosedur yang dikeluarkan oleh kedutaaan Malaysia di sana di mana sesiapa yang hendak pergi ke Bali perlu mendaftarkan keberadaan pada kedutaan dengan mengisi borang online.





Sepanjang di Bali, perjalanan kami sepenuhnya menggunakan khidmat supir sebab malas nak banyak fikir. Sebulan sebelum nak pergi lagi dah contact siap-siap supir kami tu dan inform tentang details. Dekat sana memang banyak sangat perkhidmatan-perkhidmatan macam ni yang sangat affordable dan selesa. 


Hari pertama di sana, semestinya orang pertama yang kami kenal adalah supir kami, Pak Alip namanya. 



To be continued...


captures

Bali; Prolog.

12:51 AM

Bismillah, 

Kata Kak Zilla, salah seorang kenalan alam maya yang sangat mencintai pengembaraan, 

Terima kasih kerana pernah memberi inspirasi. Hingga saat ini, saya masih menyimpan kata-kata itu.

Mengembara adalah antara cara menghabiskan wang paling bijak selain membeli buku. Setiap orang yang pulang dari sebuah pengembaraan tidak hanya sekadar membawa pulang sepatu kotor, tetapi juga pengalaman serta hal-hal indah, pahit dan manis yang berlaku sepanjang perjalanan. Ketahuilah, travelling is not that expensive as you think. Kita tak perlu jadi kaya dulu baru boleh melancong/berjalan/mengembara. Andai ada kemahuan, kita sendiri akan berusaha untuk merealisasikan kemahuan itu. 


Ada apa dengan Bali?


Igusti Ngurah Rai International Airport, Denpasar.

Bali adalah destinasi bagi para pecinta laut, seni dan Tuhan. Dengan kata lain, Bali adalah tempat yang tepat untuk dijadikan destinasi pengembaraan buat orang-orang yang memiliki jiwa seperti saya. hehehe :P

Berikut antara fakta ringkas tentang Bali;
  •  Bali adalah sebuah pulau. Ia mendapat gelaran The Island of Gods.
  • Pusat bandar bagi Bali ialah Denpasar.
  • Waktu di sana sama seperti waktu di Sabah dan Sarawak (jam 6 petang dah Maghrib)
  • Majoriti penduduk beragama Hindu (yang tak sama dengan Hindu dalam filem-filem Shah Rukh Khan-mereka makan daging dan melekatkan tiga butir beras pada dahi)
  • Mereka memiliki bahasa sendiri, Balinese namun sebahagian besar penduduknya juga berkomunikasi dalam bahasa Inggeris (termasuk penduduk lokal yang nampak macam tak mandi pagi, bila speaking mampu membuatkan sesiapa saja insecure level 99) 
  • Nama masyarakat Bali umumnya diawali dengan turutan kelahiran; anak pertama (Wayan), anak kedua (Made), anak ketiga (Nyoman), dan anak keempat (Ketut). (Jadi jangan hairan kalau hampir lebih dari sepuluh orang bernama Wayan/Made/Nyoman/Ketut. Mereka orang yang berbeza.)
  • Kebanyakan kedai makannya non-halal (yang menyajikan daging yang tak halal dengan nama menu yang 'direct' (soto babi, babi guling, celeng, pork, etc) siap dengan gambar sekali)
  • Tapi ada saja kedai halal, yang penting kena cari, mesti jumpa. 
  • Masyarakat Hindu di Bali mempercayai dewa-dewa dan makhluk ghaib ada di sekeliling mereka. Makanya, bila berjalan di mana-mana pasti akan kelihatan patung sembahan dan bekas daun berisi makanan tak kira di hadapan rumah mahupun kedai. (elakkanlah dari tersepak atau terpijak bendaalah tu) 
  • Bali dikelilingi Lautan Hindi dan ada baaaaaanyak pantai yang indah-indah, tak terkira.
  • Mereka sangat menjaga identiti kesenian mereka termasuklah pada seni binaan (khususnya gerbang ‘pintu syurga’ tu, kadang confuse rumah/kedai dengan kuil, macam tiada beza)



Bersambung.....bila saya rajin nanti :B


captures

That's all it is.

2:47 AM


"I think I’ve always been half out of my shell and half in. Sometimes I can be extremely wild and sometimes I can be extremely shy. It just depends on the day. And I`m unpredictable, I never know where I'm going until i get there, I'm so random, I'm always growing, learning, changing, I'm never the same person twice. But one thing you can be sure of about me; is I will always do exactly what I want to do."


We are not perfect human beings, nor do we have to pretend to be. But it is necessary for us to be the best version of ourselves we can be. The only person I'm trying to be better than is the person I  was yesterday. That's all it is.




excerpt

Talk. I'll listen.

2:08 AM



"Sesungguhnya berbicara dengan mu
tentang segala hal yang bukan tentang kita
mungkin tentang ikan paus di laut
atau mungkin tentang bunga padi di sawah
sungguh bicara denganmu
tentang segala hal yang bukan tentang kita
selalu bisa membuat semua lebih bersahaja..."


Betapa menyenangkannya bertemu dengan orang asing, yang ternyata nyaman diajak berbicara tentang apa pun. Saling mendengar dan berbicara, and they just connected to each other. It doesn't happen with every person we meet, right?


I appreciate meaningful conversations that make me think. Thanks. :)

___
*Before Sunrise (1995)

captures

Us.

2:43 AM

I love our togetherness.
The best part about traveling is having a partner to do it with. Some might still be on that search, others might have already found it. The desire to explore a new place can only be shared with someone who has the same hungry heart as you.

___

“I would like to travel the world with you twice. Once, to see the world. Twice, to see the way you see the world.” 

captures

Postcards from far away (i).

4:16 AM


“Aku tidak ingin kaya. Aku hanya ingin hidup.
Aku ingin melihat banyak tempat. Aku ingin mendengar banyak suara.
Aku ingin menghirup seribu satu bau kehidupan.
Alangkah mengerikannya terpenjara di satu tempat.
Alangkah menjemukannya. Alangkah memuakkan.
Aku mesti pindah tempat setiap saat, meski cuma selangkah."
― Seno Gumira Ajidarma

Isikanlah perjalanan dengan kebaikan-kebaikan, kerana setiap perjalanan yang diisi dengan kebaikan, pasti akan sampai pada tujuan yang baik. Suatu hari nanti, bila sudah tiada lagi tempat yang kau tuju atau seluruh jalan telah kau lalui, pulanglah. Ada banyak yang ingin kuceritakan.

:)

captures

Pika, Viera.

10:07 PM


There's no wifi in my school but you know, I've found a better connection.

Kadang kita seringkali memakai alasan; 'ingin jadi diri sendiri' hanya sebagai asbab dan pembenaran bila kita malas mahu memperbaiki diri. Namun hakikatnya, ada yang lebih penting dari menjadi diri sendiri, iaitu menjadi kebaikan.

Didoakan kalian sentiasa berada dalam kesejahteraan dan tak pernah berputus asa untuk menjadi lebih baik. Selalu dan selalu. 


“There will always be a reason why you meet people. Either you need them to change your life or you’re the one that will change theirs." 
- Angel Flonis Harefa


Semoga Allah redha.



---
Budak tuisyen yang cekgu sayang, lillahita'ala. :)

captures

Never regret anything that once made you smile.

12:32 PM




"You never talk about your regrets. Don't you have any?"

"I guess, but I don't like to call them regrets. I refer them as wonderings."

"Wonderings?"

"Because I always wonder what would have happened if things had played out differently. But to name my past decisions 'mistakes' or 'regrets' is foolish. If I choose something, it was the right choice at the time. We never purposely make mistakes; we only call them that in hindsight."




We'll learn to make better decisions in life, with experience and time. :)


---
"..hingga akhirnya kita akan tahu, yang pandai bersyukur, pandai mengikhlaskan, dan mudah untuk memaafkan, adalah mereka yang banyak bahagianya."

excerpt

Nikmatilah lara.

9:54 PM





"Setiap kita punya sepi sendiri-sendiri. Jika hidup orang tampak meriah, itu karena sepi dirayakan dengan mewah."

captures

Song of joy.

12:43 AM


Ranau | Noor gambateh. 


I saw a pure white dream
So white as if it were transparent

I was walking slowly
Like in my memories

Like the sun in the night sky and the moon in the blue sky
Somehow I feel so warm
I wonder if you know

I am alive
The stars are crying
It sounds like
A song of joy

Whenever you are talking to me
It feels like I’m in a cradle

Over that great, wide sea
there is a burning grassland

That pure, small light is turning into you
and engulfs me entirely
In the twinkling of an eye it will become an endless fairy tale of some time

You are alive
You are raising your voice
It is a song of joy
that will never stop ringing.

- Song of joy, Plenty.







"Jika benarlah engkau mencintai Tuhanmu, 
maka bergembiralah dengan apa jua takdirNya."


:) 

captures

Sederhana.

8:22 PM

There's a certain quite that's needed  to understand the whisper within.

Sederhana yang indah, seperti yang dipuisikan pak Sapardi Djoko Damono dalam puisinya, tentang kata yang yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu dan isyarat yang tak sempat dijadikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. 





---
"It’s great to be independent, to build yourself up to becoming the best person possible in both your character and your career. But it’s also great to meet someone along the way who can make you feel like the sun shines a little brighter because they exist, someone who can fully accept and love you for the person you are despite your flaws, despite the parts of you that’s sometimes hard to love."

captures

Maturity.

1:52 PM


Never too old for drama but we should be.

"Maturity it doesn't always come with age, infact its deeper than age. It's about the way you see and understand things. The way you consider others. The way you communicate. The way you react. The things you value. The things you entertain. The way you represent yourself and others as an adult. Everyone grows old, but not everyone is growing up."
 
"The sign of you getting more mature is you post something on social media not for the likes. The reasons why you post it are you like it, you just want to share it, it's memorable, it's part of your daily life, it makes you happy and you want people get the benefits at the same time. You have no time for acah-acah hijabista, acah-acah diva, or what people nowadays called hipster or just for popularity." - T. Erma.

We grow better, we understand deeper, we react rationally, we interact intelligently, we think carefully and we love unconditionally. 



---
Kerana kehidupan ini bukan sebuah pertandingan 'aku lebih dari orang lain'. Cukuplah menang dalam perjalanan mencari diri sendiri - Linda. 

excerpt

Lupa bersyukur.

6:18 AM



"kita sering menjadikan sebuah ungkapan syukur hanya sebatas kata-kata. sebuah seremonial kecil yang apabila kita telah mengucapkannya, maka itu sudah selesai. bila kita mau merasakan lebih dalam, tidak sesederhana itu. 
banyak sekali tindakan baik kita yang berhenti di kata-kata. belum sempat menjadi tindakan, tidak ada waktu mewujudkan, atau mungkin justru lupa bahwa melakukannya jauh lebih penting daripada mengucapkannya. 
kita memiliki kesempatan-kesempatan yang luar biasa. kita lupa bersyukur untuk menggunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. kita memiliki teman-teman yang luar biasa, dan kita lupa mensyukurinya dengan menjaga hubungan pertemanan itu dengan sebaik-baiknya. 
kita memiliki akses pendidikan yang mudah, kita lupa mensyukurinya dengan sekolah dengan sebaik-baiknya. kita memiliki orang tua yang paling tepat untuk kita, kita lupa bersyukur untuk senantiasa mendoakannya hari ini. 
kita bisa beribadah dengan tenang di negeri ini, kita lupa mensyukurinya dengan beribadah sebaik-baiknya. kita memiliki waktu shalat dengan sebaik-baiknya, kita lupa mensyukurinya dengan mendoakan shalat kita semoga diterima. Kita juga lupa untuk mensyukurinya dengan shalat diawal waktu. 
kita memiliki ilmu yang sedemikan rupa dan kita lupa mensyukurinya dengan mengajarkannya kepada orang lain. kita simpan sendiri. kita hari ini, berdiri disini, bertemu dengan orang-baru dan kita lupa mensyukurinya dengan mulai membangun silaturahmi, bukan menunggu orang lain menyambung terlebih dahulu."
—  Kurniawan Gunadi. 



Satu hal yang saya sering belajar dari anak-anak Nabawan, bersenang-senang itu tak perlu mewah. Mereka serba kekurangan tetapi cukup bahagia. Kita yang konon banyak harta ni, adakah sudah sebahagia hati mereka? 



“The best advice I can give you, is that everything is a matter of perception, it’s all in how you look at things. We’re used to viewing them in a certain way, but that hasn’t done any good so far has it? So view things differently, any way you want.” 
— E.Queen 
If you know where and how to look, you'll always find something to make you smile, to give you boost of positive energy and to allow yourself to rejoice in life. 







I love my job. Alhamdulillah.



---
Jangan lupa bersyukur setiap hari. :)

captures

Things to never forget (iii).

6:42 PM



"Sepasang sepatu yang kotor adalah ole-ole dari perjalanan yang jauh. Ada jalan berdebu, ada genangan sisa hujan, ada kerikil dan daun-daun yang disapa sepanjang jalan. Saat kau pulang dari petualangan yang panjang, cukup sepasang sepatumu yang kotor. Biarkan hati tetap bersih, pun isi kepala yang luas ini." - tp.



Tak perlu takut bila berjalan sendiri kerana di perjalanan kita pasti akan bertemu dengan orang-orang yang membuat perjalanan kita tak terasa melelahkan dengan percakapan-percakapan sederhana. Ketika lelah, berehatlah sejenak, kumpulkan tenaga untuk kembali berjalan. Kita tak semestinya perlu berlari kerana kita bukan sedang dalam pertandingan larian kan? Andai ingin menyerah lihatlah ke belakang, ingat kembali perjalanan panjang yang telah kita lalui kerana tak ada mimpi yang terwujud dengan menyerah.


---
Love is like a mountain, hard to climb. But once you get to the top, the view is beautiful. :)

captures

"Pegi jak."

9:06 PM


Seoul, South Korea; nama jak mampu sampai. ^_^

"If you want to go somewhere you like but no one else wants to, go by yourself. You'll meet people with similar interest as you."


YEP!


---
Yang selalu mengajarkan bagaimana menjadi perempuan bahagia, thanks! :)

captures

View from my window (ii).

8:44 PM


"Did you know? Every day, the heart creates enough energy to drive a truck 20 miles. In a lifetime, that is equivalent to driving to the moon and back. So when you tell someone you love them "to the moon and back" you're essentially saying you will love them with all the blood your heart pumps your whole life, which I think is equally as meaningful."

But there are certain things you can only love from afar.  And no matter how far away it is, you can always feel them. 




---

excerpt

"Wherever you are, be all there cause one day, you won't be there anymore."

1:41 AM



"Mitch asked Morrie if he is ever afraid to grow old. Then Morrie said, "Mitch, I embrace aging. It's very simple. As you grow, you learn more. If you stayed at twenty-two, you'd always be as ignorant as you were at twenty-two. Aging is not just decay, you know. It's growth. It's more than the negative that you're going to die, it's also the positive that you understand you're going to die, and that you live a better life because of it." .
.
But if aging were so valuable, why do people always say, "Oh if I were young again." You never hear people say, "Oh if I were sixty-five." .
.
Then Morrie smiled and said, "You know what that reflects? Unsatisfied lives. Unfulfilled lives. Lives that haven't found meaning. Because if you've found meaning in your life, you don't want to go back. You want to go forward. You want to see more, do more. If you're always battling against getting older, you're always going to be unhappy, because it will happen anyhow."
 
- pg. 118, Tuesdays with Morrie; Mitch Albom.

Menikmati setiap detik nafas terhela adalah nikmat yang tidak dapat didustakan. Setiap detak jantung yang masih berdegup adalah anugerah yang paling bernilai buat kita. Maka hargailah hidup ini, jalanilah ia sebaik-baiknya walau di mana Allah meletakkan posisi hidup kita hari ini, saat ini.  Jika kita adalah isteri, maka jadilah isteri yang menggembirakan hati suaminya. Jika kita adalah seorang suami, jadilah suami yang memimpin isteri dan anaknya kepada Allah. Jika kita seorang anak, jadilah anak yang mendapat redha ibu bapanya. Jika kita seorang pekerja, jadilah seorang pekerja yang amanah. Jika kita seorang penyampai ilmu, jadilah seorang guru yang ikhlas dan beramal dengan ilmu yang disampaikannya. Jika kita seorang pelajar, jadilah pelajar yang disenangi gurunya. Setiap posisi kita yang diletakkan Tuhan pada saat ini hanya akan berlaku sekali dalam hidup kita kerana sesuai peredaran waktu, segalanya akan kita tinggalkan. 

Dan seperti kata Morrie, "if you've found meaning in your life, you don't want to go back. You want to go forward." You will progress forward with age by doing more things, seeing more and learning more. So don't dread growing up, just enjoy the time.~

captures

Some good things never happen twice, so I take pictures.

1:27 AM


Sindrom merindui momen-momen lalu mungkin normal buat semua orang, kan. Ada ketika kita rasa macam nak kembali ke waktu dulu-dulu, bukan untuk mengubah apa-apa, hanya mahu merasai semula sesetengah rasa yang pernah kita rasa dahulu. Umpama rasa tenang dan damai berjalan di hari hujan menuju ke tempat kesukaan kita, perpustakaan misalnya.






Dalam lambakan momen-momen sepanjang saya berada di bumi Bainun, yang paling saya ingat dan rindui saat ini adalah menghabiskan masa di Perpustakaan Za'ba ditemani dengan buku-buku setiap petang Jumaat. Ada apa dengan Jumaat? Jumaat adalah hari yang tak ramai orang pergi ke sana kerana rakyat bumi Bainun sangat sedikit bilangannya, dan hari itu ramai akan pulang berhujung minggu. 





Pernah satu ketika cuma saya seorang ke sana, ditemani pak cik kaunter dan pak guard yang memang selalu di sana. Sampai satu tahap pak cik kaunter tu kenal sangat dah dengan muka saya siap maklum bila ada buku baru yang didaftarkan dan dia suggestkan untuk saya baca. Ingat lagi pak cik tu sampai sekarang, memang suka ajak orang sembang. 


Yang pasti kehidupan di bumi Bainun benar-benar mengajarkan bahawa kebahagiaan itu sangat sederhana, sesederhana menyelongkar buku-buku puisi lama di perpustakaan dan menuliskan semula kalam-kalam indah, seperti kalam di bawah misalnya.



Dan hari ini, entah apa cerita mereka di sana. Semoga baik-baik saja semuanya.






Salam rindu buat warga Perpustakaan Za'ba dan IPG Kampus Tuanku Bainun seisinya, dari saya, budak yang selalu pinjam buku last minute bila kaunter dah nak tutup. Mungkin sebab tu juga pak cik ingat saya kan. hmmm. ^^,"


captures

Love's story.

7:53 PM



"Once upon a time, there was an island where all feelings lived: Happiness, Sadness, Vanity, Knowledge, Richness, and Love. 
Theirs was a contented existence until one day to everyone’s dismay it was discovered that the island was sinking. Everyone was told they must leave. So the feelings all prepared their boats and started leaving their beloved island. 
Love was the only one that stayed, behind. Love so cared for the island home that he wanted to stay until they were sure that the island was really sinking. When Love realized that the island was really sinking, he decided to ask for help.  
Richness was passing by Love in a beautiful boat. Love said,  
“Richness, can you take me with you?” 
 Richness answered, 
”No, I can’t. There are a lot of gold and silver in my boat. There is no room in here for you.” 
Love decided to ask Vanity who was passing by,  
“ Vanity, please help me!”  
“ I can’t help you Love. You are all wet and will damage my boat,” Vanity answered. 
Sadness was close by so Love asked for help,  
“Sadness, let me go with you.”  
“ Oh...Love, I am so sad that I can’t help anyone. I prefer to be alone!” 
Happiness passed Love too. She was too happy to notice when Love called her. 
Suddenly, there was a voice, 
 “ Come Love, I will take you."

It was an elderly man. Love became very happy that he even forgot to ask the name of the elder. When they arrived to safe grounds, Love asked Knowledge who was the elderly man.
 
“It was time.”  
“Time? But why did Time help me?” 
“Because only Time is capable of understanding how valuable Love is.” 



Someone once said that the best way to spell love is 'T-I-M-E'. The best way to spell love is 'time' and it is the greatest gift you can give someone because that's what life is made of.


---
Entry khusus untuk anonymous yang tanya soalan deep la sangat.   All the best tho! #sorrysayabukandoktorcinta :P

captures

this is why I need You.

10:15 PM


You are the who, love is the what, and this is the why.

Memiliki Tuhan disisimu bukan bererti pelayaranmu dilautan kehidupan akan tenang saja tanpa gelombang. Pelayaranmu tetap melalui ribut, gelombang bahkan ombak besar. Tetapi bersama Tuhan, kapalmu tak akan pernah karam.  


"Cause you make the darkness less dark
You make the edges less sharp
You make the winter feel warmer
You make my weakness less weak
You make the bottom less deep
You make the waiting feel shorter
You make my crazy feel normal, every time.



Alhamdulillah.




---
"The more you know who you are and what you want, the less you let things upset you."
Lahad Datu; 28112016.