Suatu senja yang menyenangkan, dan menenangkan.





Mata ku telah terpejam.
Melawan karam, ombak-ombak berpulang.
Sepi sangat terasa, hingga sampan memilih untuk terdampar.
Menemani kenangan, berkabar tentang kasih lautan.
Matahari muram...terpeluk mendung kelam.


Mata ku telah terpejam.
Kini basah, melawan tepis air, melawan rasa kasih.
Mata mu yang bulat indah, seperti memudar dalam deru angin.
Bersama burung-burung dan cemara.
Cinta ku tak mudah padam... Walau terjerat lara, terpasung luka.


Mata ku semakin terpejam.
Ku lihat teriak ku semakin lantang.
Kenapa harus menyimpan dendam?
Apa harus, mencari sebuah bahagia, dengan segudang nestapa?
Izinkan aku memelihara cerita-citamu.
Dengan itu, kamu memelihara cinta ku.













Kadangkala ada nikmat pada kekosongan yang sengaja diciptakan. Kosong tak menghampakan, bahkan melegakan. Sepi itu perlu agar kita memiliki ruang untuk memeluk diri sendiri. Pada ruang kita menemukan ketenangan, meluaskan hati yang mungkin penuh ditumpang tindih perasaan. Seandainya perlu melangkah jauh, pergilah. Carilah ruang kosong pada sudut kota,  lari dari apa saja yang membuat isi kepala penuh. Justeru itu menjauh tak selalu bererti benci, hanya kadangkala jarak itu  baik untuk jiwa.  


Jaga diri. :)

3 comments: